google9d841ae94053c2bc.html

PELUMAS DAN OKSIDASI

Salah satu sebab yang paling mempengaruhi umur oli / pelumas adalah Oksidasi. Dalam pengertian sederhana, oksidasi adalah reaksi berantai yang melanda sebuah oli / pelumas sehingga sifat -  sifat oli/ pelumas menjadi berubah. Perubahan tersebut antara lain: kekentalan, keasaman, warna, dan pada kasus terpaerah adalah munculnya deposit/lumpur/ varnish. Penggunaan aditif antioksidan dapat mengurangi terjadinya proses oksidasi namun ada hal-hal diluar oli/ pelumas yang dominan sebagai pemicu terjadinya oksidasi, yaitu:

  1. Panas.

Panas yang berlebih merupaka pemicu terjadinya oksidasi. Definisi panas berlenih adalah jika temperatur / suhu melebihi batas desain dari mesin itu sendiri. Umumnya, dalam aplikasi industri oli/ pelumas dijaga pada temperatur 60o Celcius diukur pada tangki. Aturan umumnta, setiap kenaikan 10o Celcius dari 60o Celcius akan mengurangi umur oli/ pelumas hingga setengahnya.

  1. Udara.

Udara yang terperangkap dalam oli/ pelumas akan memicu terjadinya oksidasi bersamaan dengan kenaikan suhu. Udara biasanya masuk pada tangki melalui  breather (lubang nafas). Akibat tekanan pada pipa balik ke tangki fenomena pembuihan (foaming) akan terjadi. Akibatnya udara terperangkap didalam oli/ pelumas dan memicu terjadinya oksidasi dan kavitasi pada pompa. Penggunaan oli/ pelumas dengan sifat anti foaming yang baik dapat juga membantu mengurangi terperangkapnya udara dalam oli/ pelumas.  TIPS dari kami, untuk sistem pemindahan panas (heat transfer system) yang menggunakan oil boiler, pada saat initial fill pastikan tidak ada udara yang terperangkap ke dalam sistem pipa dengan bantuan venting di pipa. Hal ini sangat berpengaruh pada umur heat transfer oil tersebut.

  1. Air.

Selain panas dan udara, air merupakan pemicu terjadinya oksidasi yang sangat berbahaya. Air biasanya masuk melalui kondesasi pada tangki, kebocoran oil cooler dan kebocoran seal. Air tidak hanya berbahaya pada oli / pelumas, namun juga berbahaya pada mesin yang di lumasi. Ini disebabkan sifat pelumasan dari oli / pelumas menjadi berkurang sehingga mengakibatkan keausan pada mesin. Air juga mengakibatkan kemampuan pelumas untuk difilter menjadu berkurang, terutama pada aplikasi peralatan presisi yang membutuhkan kerapatan filter yang tinggi. TIPS dari kami, selalu periksa kondisi oli / pelumas dan pilihlah oli/ pelumas yang mempunyai kemampuan memisahkan diri dengan air yang baik serta daya tahan tinggi terhadap air.

  1. Katalis Logam.

Beberapa logam dapat memicu terjadinya oksidasi, misalnya logam tembaga. Contoh peralatan yang memakai tembaga adalah main bearing dan oil cooler.

By : TSASS

 

Related Article

0 comments

Submit Comments

Send